TSMC dan ASML Naikkan Proyeksi 2026: Sinyal Terkuat bahwa Boom AI Belum Habis

TSMC dan ASML Naikkan Proyeksi 2026
A-AA+A++

Fastconnect.id – TSMC dan ASML naikkan proyeksi untuk 2026, dan itu menjadi salah satu sinyal paling kuat bahwa ledakan investasi AI masih jauh dari kata selesai. Dalam 24–48 jam terakhir, TSMC menaikkan target pertumbuhan pendapatan tahunannya menjadi di atas 30% dalam dolar AS, sementara ASML menaikkan proyeksi penjualan bersih 2026 ke kisaran €36 miliar hingga €40 miliar, naik dari proyeksi sebelumnya €34 miliar hingga €39 miliar. Dua kenaikan outlook ini penting karena datang dari dua titik paling vital di rantai pasok chip: TSMC sebagai produsen chip canggih, dan ASML sebagai pemasok mesin litografi paling strategis di dunia.

Kalau diterjemahkan ke bahasa yang lebih sederhana, pasar sedang membaca satu pesan besar: permintaan AI belum melemah. Reuters melaporkan proyeksi kuat dari TSMC dan ASML menunjukkan belanja AI dari para raksasa cloud Amerika masih sangat agresif. Bahkan, pengeluaran data center dari Microsoft, Meta, Alphabet, dan Amazon pada 2026 diperkirakan melampaui US$600 miliar. Jadi, kenaikan proyeksi ini bukan hanya soal laporan keuangan bagus, tetapi juga gambaran bahwa infrastruktur AI global masih terus dipacu.

Apa Arti Kenaikan Proyeksi TSMC?

TSMC mencatat laba kuartal pertama 2026 sebesar T$572,5 miliar, naik sekitar 58% dari periode yang sama tahun lalu dan melampaui ekspektasi pasar. Dalam presentasi kuartalannya, TSMC juga menegaskan bahwa pendapatan 2026 kini diperkirakan tumbuh above 30% in US dollar terms, naik dari panduan sebelumnya yang hanya “close to 30%”. Selain itu, perusahaan menyatakan belanja modal 2026 akan berada di ujung atas kisaran US$52–56 miliar untuk memperluas kapasitas, terutama pada teknologi canggih seperti 3nm.

Yang menarik, TSMC secara eksplisit menyebut permintaan AI tetap “extremely robust” meski ada kekhawatiran makroekonomi dan ketegangan geopolitik. Reuters juga mencatat chip 3nm kini menyumbang sekitar seperempat pendapatan TSMC, naik sangat cepat dari beberapa kuartal sebelumnya. Ini penting karena node canggih seperti 3nm adalah fondasi untuk banyak prosesor AI kelas atas yang dipakai Nvidia, AMD, Apple, dan pemain hyperscale lain.

Apa Arti Kenaikan Proyeksi ASML?

ASML, yang menjadi pemasok dominan mesin EUV lithography, juga memberi sinyal serupa. Dalam hasil resmi kuartal pertama 2026, perusahaan melaporkan penjualan bersih €8,8 miliar dan laba bersih sekitar €2,8 miliar, lalu menaikkan proyeksi pendapatan tahunan menjadi €36–40 miliar dengan gross margin 51%–53%. Reuters menulis bahwa lonjakan permintaan AI mendorong pelanggan ASML mempercepat ekspansi kapasitas mereka.

CEO ASML Christophe Fouquet bahkan menegaskan bahwa permintaan chip kini lebih tinggi daripada pasokan, sehingga pelanggan berlomba mengamankan kapasitas masa depan. ASML menargetkan pengiriman 60 sistem low-NA EUV pada 2026, naik sekitar 25% dari 2025, dan membidik 80 unit pada 2027. Dengan kata lain, bukan hanya chip yang diburu pasar, tetapi juga alat pembuat chip itu sendiri.

Kenapa Pasar Menganggap Ini Sangat Penting?

Karena TSMC dan ASML berada di dua sisi yang saling mengunci. TSMC menunjukkan bahwa pelanggan masih memesan chip AI dalam jumlah besar. ASML menunjukkan bahwa produsen chip masih harus membeli lebih banyak alat untuk memenuhi lonjakan pesanan itu. Ketika dua perusahaan ini sama-sama menaikkan proyeksi hampir bersamaan, pasar membacanya sebagai validasi bahwa boom AI masih berbasis permintaan nyata, bukan hanya hype pasar saham. Reuters secara langsung menyebut sinyal kuat dari keduanya sebagai bukti bahwa AI spending boom is intact.

Sentimen ini juga memperkuat pandangan bahwa rantai pasok chip AI masih ketat. Reuters menulis industri saat ini bergantung pada sedikit pemasok utama untuk chip tercanggih dan alat pembuatnya, sehingga banyak pelanggan memilih kontrak jangka panjang untuk mengamankan suplai. Jadi, kenaikan proyeksi bukan cuma kabar positif, tetapi juga cermin bahwa kapasitas industri masih belum benar-benar longgar.

Risiko yang Tetap Membayangi

Meski proyeksinya naik, kedua perusahaan tetap tidak sepenuhnya bebas risiko. TSMC menyebut potensi gangguan rantai pasok dari konflik Timur Tengah, terutama untuk bahan seperti helium dan hidrogen, meski perusahaan mengatakan sudah menyiapkan safety stock dan diversifikasi pasokan. Sementara ASML masih menghadapi potensi tekanan dari pembatasan ekspor ke China, yang bisa memengaruhi sebagian penjualannya, walau Reuters menulis pasar lain diperkirakan bisa menyerap sebagian permintaan tersebut.

Dampak ke Industri AI 2026

Bagi industri AI, pesan dari TSMC dan ASML sangat jelas: kapasitas sedang terus dibangun karena permintaan belum reda. Ini berarti persaingan untuk mendapatkan chip AI, kapasitas foundry, dan akses ke node mutakhir kemungkinan masih ketat sepanjang 2026. Di sisi lain, untuk investor dan pelaku industri, kenaikan proyeksi ini memberi keyakinan bahwa sektor AI masih ditopang kebutuhan infrastruktur nyata, bukan cuma narasi pemasaran.

FAQ

Apa yang dinaikkan oleh TSMC pada 2026?
TSMC menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan 2026 menjadi di atas 30% dalam dolar AS dan mengarahkan belanja modal ke ujung atas US$52–56 miliar.

Apa yang dinaikkan oleh ASML pada 2026?
ASML menaikkan proyeksi penjualan bersih 2026 menjadi €36–40 miliar, dari sebelumnya €34–39 miliar.

Kenapa kenaikan proyeksi ini penting?
Karena TSMC dan ASML adalah indikator utama kesehatan rantai pasok chip AI global. Jika keduanya optimistis, pasar membaca permintaan AI masih sangat kuat.