Nyepi 19 Maret 2026 Tinggal Menghitung Hari, Ini Aturan dan Persiapan Penting Wajib Tahu

A-AA+A++

Fastconnect.id – Nyepi 19 Maret 2026 akan segera tiba, membawa suasana hening yang khusyuk di seluruh Bali dan dirayakan oleh umat Hindu di berbagai belahan dunia. Hari Raya Nyepi bukan sekadar libur nasional, melainkan momen sakral untuk introspeksi diri dan memohon keseimbangan alam semesta. Persiapan menyambut Nyepi 19 Maret 2026 sudah mulai terlihat di berbagai desa adat, menandakan dimulainya rangkaian upacara suci yang panjang.

Apa Itu Nyepi 19 Maret 2026?

Nyepi 19 Maret 2026 merupakan perayaan Tahun Baru Saka 1948 bagi umat Hindu. Hari suci ini adalah hari penyepian atau penghentian segala aktivitas duniawi untuk mencapai kesucian batin. Pelaksanaan Nyepi fokus pada empat pantangan utama, dikenal sebagai Catur Brata Penyepian, yang akan dijalankan secara ketat.

Selama 24 jam penuh, dari pagi hingga pagi keesokan harinya, seluruh aktivitas di Bali akan berhenti total. Jalanan sepi, penerbangan dihentikan, bahkan listrik di beberapa area dapat diminimalkan untuk menciptakan suasana hening yang sempurna. Tujuan utama Nyepi adalah untuk membersihkan diri dari segala kekotoran duniawi dan memulai tahun baru dengan hati yang bersih.

Rangkaian Upacara Nyepi 19 Maret 2026

Perayaan Nyepi 19 Maret 2026 tidak hanya berlangsung satu hari, melainkan diawali dengan serangkaian upacara penting. Setiap upacara memiliki makna spiritual yang mendalam, mempersiapkan umat Hindu secara lahir dan batin. Berikut adalah jadwal dan makna singkat dari rangkaian upacara Nyepi 19 Maret 2026.

Nama Upacara Tanggal (Perkiraan) Makna
Melasti 16 Maret 2026 Penyucian pratima atau benda sakral ke sumber air suci (laut, danau) untuk membersihkan alam.
Tawur Kesanga 18 Maret 2026 Upacara persembahan Bhuta Yadnya untuk menetralisir kekuatan negatif dan menjaga keseimbangan alam.
Pengerupukan 18 Maret 2026 (Malam) Prosesi Ogoh-ogoh untuk mengusir roh jahat (Bhuta Kala) dari lingkungan.
Nyepi 19 Maret 2026 Hari hening total, pelaksanaan Catur Brata Penyepian.
Ngembak Geni 20 Maret 2026 Hari pertama setelah Nyepi, saling berkunjung dan memaafkan.

Upacara Melasti dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi, biasanya di tepi pantai atau danau. Umat Hindu membawa segala perlengkapan suci ke sumber air untuk disucikan, memohon air kehidupan yang dapat membersihkan segala kekotoran. Upacara ini menjadi simbol pembersihan diri dan alam semesta dari energi negatif.

Tawur Kesanga dan Pengerupukan dilaksanakan sehari sebelum Nyepi, pada Tilem Sasih Kedasa (bulan mati kesepuluh). Tawur Kesanga adalah upacara besar yang bertujuan untuk menyeimbangkan alam dan mengusir roh-roh jahat, sementara Pengerupukan dengan arak-arakan Ogoh-ogoh menjadi puncak perayaan sebelum hening total Nyepi. Ogoh-ogoh yang diarak kemudian dibakar sebagai simbol pemusnahan sifat-sifat buruk.

Persiapan Masyarakat Jelang Nyepi 19 Maret 2026

Masyarakat Hindu di Bali dan daerah lain memulai persiapan jauh-jauh hari untuk menyambut Nyepi 19 Maret 2026. Persiapan ini mencakup aspek spiritual, logistik, dan juga sosial. Setiap keluarga dan desa adat memiliki peran masing-masing dalam menyukseskan perayaan suci ini.

Berikut adalah langkah-langkah persiapan yang umumnya dilakukan masyarakat:

  1. Membersihkan Lingkungan dan Rumah: Keluarga membersihkan rumah dan lingkungan sekitar secara menyeluruh, memastikan kesucian tempat tinggal sebelum Nyepi. Lingkungan desa juga dibersihkan sebagai bagian dari persiapan upacara.
  2. Menyiapkan Kebutuhan Pangan: Karena tidak ada aktivitas di luar rumah selama Nyepi, keluarga menyiapkan persediaan makanan dan minuman yang cukup. Proses memasak dilakukan sebelum hari Nyepi tiba.
  3. Melakukan Persembahyangan dan Meditasi: Umat Hindu meningkatkan frekuensi persembahyangan dan meditasi untuk mempersiapkan batin. Ini termasuk mengunjungi pura dan melakukan ritual pembersihan diri.
  4. Mempersiapkan Perlengkapan Upacara: Perlengkapan seperti sesajen, bunga, dan sarana persembahyangan lainnya disiapkan. Beberapa desa adat juga sibuk membuat Ogoh-ogoh untuk prosesi Pengerupukan.
  5. Memastikan Keamanan Rumah: Masyarakat memastikan pintu dan jendela tertutup rapat, serta memadamkan lampu saat malam Nyepi. Hal ini untuk menjaga ketenangan dan keamanan selama hari hening.

Persiapan Ogoh-ogoh oleh para pemuda banjar juga menjadi bagian tak terpisahkan dari pra-Nyepi. Mereka bekerja sama membuat patung-patung raksasa yang melambangkan Bhuta Kala, kekuatan negatif. Semangat kebersamaan dan gotong royong sangat terasa dalam proses kreatif ini.

Makna Catur Brata Penyepian Saat Nyepi 19 Maret 2026

Catur Brata Penyepian adalah empat pantangan utama yang wajib dilaksanakan umat Hindu selama Hari Raya Nyepi 19 Maret 2026. Brata ini menjadi inti dari perayaan Nyepi, menuntun umat menuju kedamaian batin dan keselarasan dengan alam. Pelaksanaan Catur Brata ini bertujuan untuk mengendalikan nafsu dan pikiran, serta menyucikan diri.

Catur Brata Penyepian terdiri dari:

  • Amati Geni: Tidak menyalakan api atau lampu, termasuk api nafsu amarah dalam diri. Ini juga berarti tidak menyalakan api secara fisik, seperti kompor atau penerangan listrik, sebagai bentuk pengendalian diri.
  • Amati Karya: Tidak bekerja atau melakukan aktivitas fisik yang bersifat duniawi. Umat Hindu fokus pada kegiatan spiritual dan introspeksi, meninggalkan rutinitas pekerjaan sehari-hari.
  • Amati Lelungan: Tidak bepergian keluar rumah atau melakukan perjalanan. Seluruh umat Hindu dianjurkan untuk tetap berada di dalam rumah, merenungkan makna kehidupan.
  • Amati Lelanguan: Tidak bersenang-senang atau mencari hiburan. Pantangan ini mengajarkan untuk menjauhkan diri dari segala bentuk kesenangan duniawi yang dapat mengganggu ketenangan batin.

Pelaksanaan Catur Brata Penyepian secara konsisten membawa umat pada kondisi tapa, brata, yoga, dan samadhi. Kondisi ini memungkinkan seseorang untuk mencapai kesadaran spiritual yang lebih tinggi. Keheningan yang tercipta di seluruh Pulau Bali merupakan wujud nyata dari ketaatan umat dalam menjalankan brata suci ini.

Tips untuk Wisatawan Selama Nyepi 19 Maret 2026 di Bali

Bagi wisatawan yang kebetulan berada di Bali selama Nyepi 19 Maret 2026, memahami dan menghormati tradisi ini adalah kunci. Meskipun aktivitas wisata akan terhenti, pengalaman Nyepi bisa menjadi kesempatan unik untuk refleksi. Beberapa tips ini dapat membantu wisatawan untuk tetap nyaman dan menghormati kesucian hari raya.

Berikut adalah beberapa rekomendasi penting untuk wisatawan:

  • Pesan akomodasi yang menyediakan kebutuhan makan dan hiburan internal yang terbatas selama 24 jam Nyepi.
  • Siapkan segala kebutuhan pribadi seperti obat-obatan atau perlengkapan bayi sebelum hari Nyepi.
  • Manfaatkan waktu hening untuk membaca buku, meditasi, atau bersantai di dalam area hotel.
  • Hormati aturan keheningan dengan tidak membuat keributan atau keluar dari area penginapan.
  • Nikmati pemandangan langit malam yang jernih tanpa polusi cahaya, mungkin ada bintang jatuh.

Hotel-hotel biasanya sudah mengantisipasi kedatangan tamu selama Nyepi dengan menyediakan paket khusus. Paket ini mencakup makanan lengkap dan aktivitas internal yang tidak melanggar aturan Nyepi, seperti yoga atau kelas memasak dalam ruangan. Wisatawan diimbau untuk tidak berkeliaran di luar hotel karena jalanan akan dijaga ketat oleh Pecalang, petugas keamanan adat.

Selama Nyepi, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan ditutup total untuk semua penerbangan. Begitu pula dengan pelabuhan penyeberangan dan semua jenis transportasi umum maupun pribadi. Ini adalah bagian dari upaya kolektif untuk menciptakan keheningan yang menyeluruh di seluruh pulau.

Peraturan dan Kebijakan Terbaru Nyepi 19 Maret 2026

Pemerintah Provinsi Bali, bersama dengan Majelis Desa Adat, telah mengeluarkan peraturan dan himbauan terkait pelaksanaan Nyepi 19 Maret 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kekhusyukan perayaan. Masyarakat dan wisatawan diharapkan mematuhi semua ketentuan yang berlaku.

Berikut adalah beberapa peraturan dan kebijakan utama yang perlu diketahui:

Aspek Peraturan/Kebijakan Terbaru
Transportasi Semua penerbangan, pelabuhan, dan transportasi darat dihentikan total selama 24 jam (19 Maret 2026, 06.00 WITA – 20 Maret 2026, 06.00 WITA).
Komunikasi Jaringan data internet seluler dimatikan di seluruh Bali. Layanan telepon dan SMS tetap aktif.
Penerangan Penggunaan listrik dan lampu harus diminimalkan, terutama di luar rumah. Penerangan jalan umum akan dipadamkan.
Hiburan & Bisnis Seluruh tempat usaha, toko, restoran, dan tempat hiburan ditutup. Tidak ada aktivitas di luar rumah.
Layanan Darurat Rumah sakit, klinik, dan layanan darurat (ambulans, pemadam kebakaran, kepolisian) tetap beroperasi dengan standar minimal.
Keamanan Pecalang dan aparat keamanan bersiaga untuk memastikan ketertiban dan keamanan.

Penutupan jaringan data internet seluler adalah kebijakan yang telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir. Kebijakan ini bertujuan agar umat dapat lebih fokus pada introspeksi dan meditasi tanpa gangguan dari dunia maya. Layanan telepon dan SMS tetap berfungsi untuk keperluan darurat.

Pecalang, sebagai garda terdepan keamanan adat, akan berpatroli untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap Catur Brata Penyepian. Mereka bertugas menjaga ketertiban umum dan memberikan teguran jika ada masyarakat atau wisatawan yang melanggar aturan. Kerjasama dari semua pihak sangat diharapkan demi kelancaran Nyepi.

Mempersiapkan Diri Menghadapi Hening Cipta Nyepi 19 Maret 2026

Menghadapi hari hening total Nyepi 19 Maret 2026 memerlukan persiapan mental dan fisik yang matang. Baik umat Hindu maupun non-Hindu yang tinggal di Bali dapat memanfaatkan momen ini untuk refleksi. Persiapan yang baik akan membuat pengalaman Nyepi menjadi lebih bermakna dan nyaman.

Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk mempersiapkan diri:

  1. Isi Penuh Daya Gadget dan Power Bank: Pastikan semua perangkat elektronik yang diperlukan, seperti ponsel dan tablet, memiliki daya penuh. Siapkan power bank agar tetap bisa berkomunikasi jika diperlukan.
  2. Siapkan Bacaan atau Hiburan Offline: Unduh film, e-book, atau musik yang bisa dinikmati secara offline sebelum internet dimatikan. Aktivitas ini dapat mengisi waktu luang tanpa melanggar Amati Lelanguan.
  3. Beri Tahu Keluarga atau Teman: Informasikan kepada keluarga atau teman di luar Bali bahwa komunikasi mungkin terbatas selama Nyepi. Jelaskan mengapa internet akan mati agar mereka tidak khawatir.
  4. Siapkan Air Minum dan Makanan: Pastikan memiliki stok air minum dan makanan yang cukup untuk 24 jam. Masaklah makanan yang praktis dan tidak membutuhkan banyak persiapan saat Nyepi.
  5. Ciptakan Suasana Nyaman di Rumah: Pastikan rumah dalam keadaan bersih dan nyaman. Siapkan tempat untuk meditasi atau bersantai, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk introspeksi.

Mempersiapkan diri secara mental juga penting. Umat Hindu akan fokus pada persembahyangan dan meditasi, sementara non-Hindu dapat menggunakan waktu ini untuk merenung. Jauhkan diri dari stres dan nikmati keheningan yang jarang ditemukan di era modern ini. Ini adalah kesempatan emas untuk “me-recharge” energi batin.

Peran Pecalang dalam Menjaga Keheningan Nyepi 19 Maret 2026

Pecalang memegang peran vital dalam menjaga kekhusyukan Nyepi 19 Maret 2026 di Bali. Mereka adalah petugas keamanan adat yang bertanggung jawab memastikan semua peraturan Catur Brata Penyepian ditaati oleh seluruh masyarakat dan wisatawan. Keberadaan Pecalang adalah simbol ketaatan dan keseriusan umat Hindu dalam menjalankan hari raya suci ini.

Pecalang biasanya mengenakan pakaian adat Bali berwarna hitam-putih, lengkap dengan udeng dan keris. Mereka berpatroli di setiap desa dan banjar, memastikan tidak ada aktivitas yang melanggar aturan Nyepi. Tugas Pecalang bukan hanya menegakkan aturan, tetapi juga memberikan edukasi dan menjaga keamanan lingkungan.

Pusat komando Pecalang di setiap desa akan berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI. Hal ini memastikan penanganan situasi darurat atau pelanggaran serius dapat ditangani dengan cepat. Pecalang bekerja sukarela demi menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur agama Hindu.

Meskipun terlihat tegas, Pecalang bertindak dengan penuh kearifan lokal dan rasa tanggung jawab. Mereka adalah bagian integral dari sistem sosial adat Bali yang menjaga harmoni. Kehadiran mereka memastikan bahwa keheningan Nyepi dapat dirasakan oleh semua, menciptakan suasana sakral yang tak tertandingi.

Kegiatan Positif Selama Hari Raya Nyepi 19 Maret 2026

Meskipun Nyepi 19 Maret 2026 adalah hari hening tanpa aktivitas di luar rumah, bukan berarti tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan. Sebaliknya, momen ini justru menjadi kesempatan emas untuk melakukan hal-hal positif yang jarang bisa dilakukan di tengah hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Fokusnya adalah pada kegiatan yang mendukung introspeksi dan pengembangan diri.

Berikut adalah beberapa rekomendasi kegiatan positif:

  • Melakukan Meditasi dan Yoga: Manfaatkan keheningan untuk fokus pada praktik meditasi dan yoga, menenangkan pikiran dan tubuh.
  • Membaca Buku-buku Inspiratif: Ambil kesempatan untuk menyelami buku-buku yang menginspirasi, menambah wawasan, atau memperkaya spiritualitas.
  • Menulis Jurnal atau Refleksi Diri: Tuliskan pikiran, perasaan, atau rencana ke depan dalam jurnal pribadi sebagai bentuk introspeksi mendalam.
  • Membangun Koneksi Keluarga: Habiskan waktu berkualitas bersama keluarga inti di rumah, bercerita, atau melakukan aktivitas ringan bersama.
  • Merencanakan Tujuan Masa Depan: Gunakan waktu hening untuk merumuskan tujuan hidup, karir, atau pendidikan tanpa gangguan eksternal.

Bagi umat Hindu, kegiatan positif ini juga termasuk melakukan Tapa Brata Yoga Semadi secara penuh. Mereka akan melantunkan mantra, berdoa, dan merenungkan ajaran agama. Keheningan Nyepi adalah waktu yang tepat untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan dan diri sendiri.

Bagi non-Hindu, kegiatan ini bisa menjadi jeda dari rutinitas yang padat. Ini adalah kesempatan untuk menikmati waktu berkualitas di rumah, jauh dari kebisingan kota dan tuntutan pekerjaan. Keheningan Nyepi memberikan ruang bagi setiap individu untuk menemukan kedamaian batinnya sendiri.

Statistik Partisipasi dan Dampak Lingkungan Nyepi 19 Maret 2026

Nyepi 19 Maret 2026 memiliki dampak signifikan tidak hanya pada aspek spiritual dan sosial, tetapi juga lingkungan. Keheningan total di seluruh Bali selama 24 jam menciptakan efek positif yang luar biasa. Data dan perkiraan statistik ini menunjukkan betapa besar kontribusi Nyepi terhadap keberlanjutan.

Berikut adalah perkiraan dampak lingkungan dan partisipasi masyarakat selama Nyepi 19 Maret 2026:

Aspek Lingkungan/Sosial Perkiraan Dampak/Partisipasi
Pengurangan Emisi Karbon Diperkirakan terjadi penurunan emisi CO2 hingga 20.000 ton dalam 24 jam di Bali, setara dengan penanaman ribuan pohon.
Penghematan Energi Listrik Penghematan konsumsi listrik mencapai 60% – 70% dari rata-rata harian, sekitar 250 – 300 MW.
Kualitas Udara Peningkatan kualitas udara secara signifikan, dengan penurunan polusi partikulat (PM2.5) hingga 50%.
Penurunan Tingkat Kebisingan Penurunan tingkat kebisingan mendekati nol desibel di sebagian besar wilayah, menciptakan ketenangan total.
Partisipasi Umat Hindu Hampir 100% umat Hindu di Bali dan daerah lain aktif menjalankan Catur Brata Penyepian.
Partisipasi Non-Hindu Tingkat kepatuhan non-Hindu dan wisatawan mencapai lebih dari 95% dalam menghormati keheningan Nyepi.

Data ini menunjukkan bahwa Nyepi bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga praktik nyata dalam menjaga lingkungan. Penurunan emisi karbon dan penghematan energi listrik adalah bukti konkret bahwa ketaatan terhadap tradisi dapat berkontribusi pada keberlanjutan planet. Keheningan Nyepi memungkinkan alam untuk “bernapas” dan memulihkan diri sejenak dari aktivitas manusia.

Peningkatan kualitas udara dan penurunan tingkat kebisingan memberikan dampak positif langsung pada kesehatan masyarakat. Langit malam yang bersih dari polusi cahaya juga memungkinkan pengamatan bintang yang lebih jelas, sebuah pengalaman yang langka di era modern. Nyepi adalah pelajaran berharga tentang bagaimana manusia dapat hidup selaras dengan alam.

Cara Menghormati Nyepi 19 Maret 2026 Bagi Non-Hindu

Bagi non-Hindu yang berada di Bali atau daerah lain saat Nyepi 19 Maret 2026, menghormati hari raya ini adalah bentuk toleransi dan penghargaan terhadap budaya lokal. Meskipun tidak menjalankan ritual keagamaan, partisipasi dalam menjaga keheningan sangat diapresiasi. Ada beberapa cara sederhana namun penting untuk menunjukkan rasa hormat selama Nyepi.

Berikut adalah tindakan yang bisa dilakukan non-Hindu untuk menghormati Nyepi:

  1. Tetap Berada di Dalam Rumah atau Penginapan: Hindari keluar rumah atau area hotel kecuali dalam keadaan darurat medis yang tidak dapat ditunda.
  2. Minimalkan Penggunaan Lampu: Jika menyalakan lampu di dalam ruangan, pastikan cahaya tidak memancar keluar. Gunakan lampu seperlunya saja.
  3. Hindari Suara Bising: Jangan menyalakan musik atau televisi dengan volume keras. Jaga agar suara dari dalam rumah tidak terdengar keluar.
  4. Tunda Aktivitas Komersial: Jangan melakukan kegiatan jual beli atau transaksi bisnis di hari Nyepi. Seluruh toko dan usaha akan tutup.
  5. Edukasi Diri Sendiri dan Orang Lain: Pelajari makna Nyepi dan bagikan informasi ini kepada teman atau keluarga agar mereka juga memahami pentingnya hari raya ini.

Menghormati Nyepi berarti menghargai hak umat Hindu untuk beribadah dan introspeksi tanpa gangguan. Ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya kolektif masyarakat Bali dalam menjaga tradisi luhur. Dengan saling menghormati, suasana Nyepi dapat berjalan dengan damai dan khusyuk bagi semua pihak.

Pemerintah daerah dan tokoh agama selalu mengimbau agar semua pihak, termasuk non-Hindu dan wisatawan, dapat memahami dan mematuhi aturan Nyepi. Kerjasama ini akan memperkuat kerukunan antarumat beragama dan melestarikan keunikan budaya Bali. Nyepi adalah pengalaman yang mengajarkan tentang toleransi dan kebersamaan.

Hari Raya Nyepi 19 Maret 2026 menjadi pengingat akan pentingnya keseimbangan, keheningan, dan introspeksi di tengah kehidupan yang serba cepat. Perayaan ini bukan hanya milik umat Hindu, tetapi juga pelajaran berharga bagi seluruh dunia tentang pentingnya menjaga harmoni dengan diri sendiri, sesama, dan alam semesta. Semangat kebersamaan dan toleransi dalam menyambut Nyepi terus tumbuh, menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual dan budaya tetap relevan di zaman modern.

FAQ

Apakah Nyepi 19 Maret 2026 libur nasional?
Ya, Nyepi 19 Maret 2026 ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia. Seluruh aktivitas pemerintahan, perkantoran, dan sekolah akan diliburkan pada hari tersebut. Hal ini untuk memberikan kesempatan bagi umat Hindu menjalankan ibadahnya dan bagi masyarakat umum untuk menghormati hari suci ini.

Bolehkah menyalakan lampu saat Nyepi 19 Maret 2026?
Secara umum, umat Hindu tidak boleh menyalakan api atau lampu sebagai bagian dari Amati Geni. Bagi non-Hindu atau wisatawan di Bali, penggunaan lampu di dalam ruangan harus diminimalkan dan dipastikan cahayanya tidak terlihat dari luar. Lampu jalan umum di seluruh Bali akan dipadamkan.

Apa saja yang tidak boleh dilakukan saat Nyepi 19 Maret 2026?
Selama Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian yang meliputi tidak menyalakan api (Amati Geni), tidak bekerja (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan), dan tidak bersenang-senang (Amati Lelanguan). Semua orang di Bali, termasuk non-Hindu, diharapkan tidak keluar rumah, tidak membuat kebisingan, dan tidak menyalakan hiburan yang berlebihan.

Bagaimana jika ada keadaan darurat saat Nyepi 19 Maret 2026?
Layanan darurat seperti rumah sakit, klinik, ambulans, pemadam kebakaran, dan kepolisian tetap beroperasi selama Nyepi. Jika terjadi keadaan darurat medis atau situasi yang membutuhkan penanganan segera, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat terkait. Pecalang juga siap membantu dalam situasi darurat.

Bisakah turis tetap berlibur ke Bali saat Nyepi 19 Maret 2026?
Turis boleh berada di Bali saat Nyepi, namun semua aktivitas wisata akan berhenti total. Bandara dan pelabuhan ditutup, serta turis harus tetap berada di dalam area hotel atau penginapan. Hotel biasanya menyediakan paket khusus Nyepi dengan makanan dan hiburan terbatas di dalam.

Mengapa Nyepi jatuh pada tanggal 19 Maret 2026?
Penentuan tanggal Nyepi didasarkan pada perhitungan kalender Saka, bukan kalender Masehi. Nyepi selalu jatuh pada Tilem Sasih Kedasa (bulan mati kesepuluh) dalam penanggalan Bali. Tanggal 19 Maret 2026 adalah hasil konversi dari perhitungan kalender Saka untuk tahun 1948.

Berapa lama Hari Raya Nyepi 19 Maret 2026 berlangsung?
Hari Raya Nyepi berlangsung selama 24 jam penuh. Ini dimulai dari pukul 06.00 WITA pada tanggal 19 Maret 2026 dan berakhir pada pukul 06.00 WITA pada tanggal 20 Maret 2026. Selama periode ini, Catur Brata Penyepian dilaksanakan secara ketat.