Merekam aktivitas bermain game di PC dengan kualitas visual maksimal namun menghasilkan ukuran file yang minimal telah menjadi dambaan banyak gamer dan konten kreator. Tantangan ini semakin relevan mengingat perkembangan game yang semakin realistis di tahun 2026, menuntut solusi merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil yang cerdas. Banyak pemain menghadapi dilema antara rekaman jernih dan detail yang memakan banyak ruang penyimpanan atau rekaman dengan ukuran kecil namun mengorbankan kualitas.
Teknologi terus berkembang pesat, dan metode perekaman gameplay pun tidak terkecuali. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana merekam gameplay PC kualitas tinggi dengan ukuran file yang efisien, memanfaatkan teknologi dan perangkat lunak terbaru yang tersedia di tahun 2026. Gamer tidak perlu lagi berkompromi antara kualitas dan efisiensi penyimpanan, karena ada beragam strategi yang dapat diterapkan.
Memahami Pentingnya Codec Efisien untuk Rekaman Gameplay
Codec adalah sebuah program atau algoritma yang bertugas mengkodekan dan mendekodekan data digital, khususnya untuk audio dan video. Dalam konteks rekaman gameplay, codec berperan krusial dalam menentukan bagaimana video direpresentasikan secara digital, mempengaruhi kualitas visual dan juga ukuran file akhir. Proses ini memungkinkan kompresi data yang besar menjadi lebih kecil tanpa kehilangan terlalu banyak informasi visual.
Pada dasurya, codec bekerja dengan menghilangkan informasi yang redundan atau tidak terlalu penting dari aliran video, sebuah proses yang disebut kompresi. Codec modern di tahun 2026, seperti H.265 (HEVC) dan AV1, dirancang untuk menawarkan rasio kompresi yang jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya, H.264. Ini berarti video dapat memiliki kualitas yang sama atau bahkan lebih baik dengan ukuran file yang jauh lebih kecil. Pemilihan codec yang tepat menjadi kunci utama dalam upaya merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil.
Kualitas rekaman video sangat bergantung pada seberapa efisien codec dapat melakukan kompresi. Codec yang buruk mungkin menghasilkan file besar dengan kualitas rendah, sementara codec yang baik mampu menghasilkan file kecil dengan kualitas tinggi. Pemahaman tentang cara kerja dan jenis-jenis codec adalah langkah pertama untuk mencapai hasil rekaman gameplay yang optimal.
Pilihan Software Rekam Gameplay Terbaik di Tahun 2026
Pilihan perangkat lunak perekam gameplay sangat menentukan kemudahan penggunaan dan hasil akhir rekaman. Di tahun 2026, ada beberapa opsi unggulan yang menawarkan fitur canggih untuk merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil. Setiap software memiliki keunggulan tersendiri yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi PC pemain.
- OBS Studio: Perangkat lunak open-source ini menawarkan fleksibilitas konfigurasi yang tak tertandingi, mendukung berbagai codec dan pengaturan tingkat lanjut.
- NVIDIA ShadowPlay/AMD ReLive: Terintegrasi langsung dengan driver kartu grafis, memberikan performa minimal pada game karena memanfaatkan encoder hardware khusus.
- Xbox Game Bar: Solusi bawaan Windows yang praktis untuk rekaman cepat, cocok bagi pemain yang tidak ingin repot dengan pengaturan rumit.
- Bandicam/Action!: Software berbayar dengan antarmuka pengguna yang intuitif dan fitur-fitur khusus untuk perekaman game, seringkali menawarkan preset optimasi.
OBS Studio tetap menjadi pilihan utama bagi banyak konten kreator karena kemampuannya yang luas dan kustomisasi yang mendalam. Pengguna dapat mengatur setiap aspek rekaman, mulai dari resolusi, frame rate, hingga bitrate dan pilihan codec. Sementara itu, solusi bawaan dari NVIDIA dan AMD sangat efisien karena memanfaatkan chip encoder khusus di GPU, sehingga minim dampak pada performa gaming.
Penting bagi pemain untuk mencoba beberapa software guna menemukan mana yang paling sesuai dengan preferensi dan perangkat keras PC. Beberapa software mungkin lebih ramah terhadap CPU, sementara yang lain lebih mengandalkan GPU. Kesesuaian ini sangat mempengaruhi kelancaran proses perekaman dan kualitas output video.
Optimalisasi Pengaturan OBS Studio untuk Kualitas dan Ukuran File Ideal
OBS Studio adalah alat yang sangat kuat untuk merekam gameplay, namun memerlukan konfigurasi yang tepat untuk menghasilkan rekaman gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil. Pengaturan yang salah bisa menyebabkan file rekaman membengkak atau kualitas visual menurun. Pemain harus memperhatikan setiap detail dalam menu pengaturan OBS Studio.
Berikut adalah langkah-langkah optimalisasi pengaturan di OBS Studio:
- Buka OBS Studio, lalu masuk ke menu Settings di pojok kanan bawah.
- Pilih tab Video, atur Base (Canvas) Resolution sesuai resolusi monitor dan Output (Scaled) Resolution ke resolusi target (misalnya 1920×1080 atau 2560×1440). Atur Common FPS Values ke 60 atau 120, tergantung target.
- Pindah ke tab Output, pastikan mode output diatur ke Advanced.
- Pada bagian Recording, pilih Type sebagai “Standard”.
- Untuk Recording Path, tentukan lokasi penyimpanan yang memiliki ruang cukup dan kecepatan baca/tulis tinggi (disarankan SSD/NVMe).
- Pilih Recording Format sebagai MP4 atau MKV (MKV lebih aman dari korupsi file jika terjadi crash).
- Pada bagian Encoder, pilih hardware encoder seperti NVENC (new) untuk kartu grafis NVIDIA atau AMD VCE/AMF untuk AMD. Jika tidak ada, pilih x264 sebagai alternatif CPU.
- Atur Rate Control ke CQP (Constant Quantization Parameter) dengan nilai antara 18-23 untuk NVENC/AMF, atau CRF (Constant Rate Factor) dengan nilai 18-23 untuk x264. Semakin rendah nilainya, semakin tinggi kualitas dan ukuran file.
- Biarkan Keyframe Interval pada “0” (auto) atau “2”.
- Untuk Preset (jika menggunakan NVENC/AMF), pilih “P5: Slow (Good Quality)” atau “P6: Medium (Better Quality)”. Sesuaikan dengan performa PC.
Pengaturan CQP/CRF memberikan kontrol yang sangat baik atas kualitas visual. Dengan CQP, encoder akan berusaha mempertahankan kualitas visual yang konsisten di seluruh rekaman, menghasilkan ukuran file yang bervariasi namun optimal. Nilai CQP 18-23 adalah titik manis untuk banyak gamer, menawarkan keseimbangan antara kualitas tinggi dan ukuran file yang relatif kecil.
Penting untuk diingat bahwa penggunaan hardware encoder (NVENC/AMF) akan sangat mengurangi beban pada CPU PC, sehingga performa gaming tidak terlalu terganggu. Namun, jika PC menggunakan encoder x264 (CPU), pastikan CPU memiliki core yang cukup dan clock speed tinggi untuk menangani encoding tanpa menurunkan frame rate game. Eksperimen dengan berbagai preset dan nilai CQP/CRF adalah kunci untuk menemukan pengaturan yang paling sesuai.
Memanfaatkan Hardware Encoder NVIDIA NVENC dan AMD AMF
Hardware encoder merupakan komponen khusus yang terintegrasi pada unit pemrosesan grafis (GPU) modern, baik dari NVIDIA (NVENC) maupun AMD (AMF/VCE). Komponen ini dirancang secara spesifik untuk menangani tugas encoding video, membebaskan CPU dari beban kerja berat tersebut. Keberadaan hardware encoder adalah faktor krusial untuk merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil tanpa mengorbankan performa game.
Keunggulan utama hardware encoder adalah kemampuannya untuk melakukan encoding secara paralel dengan rendering game, sehingga dampaknya terhadap frame rate game sangat minimal. Dibandingkan dengan encoding software (menggunakan CPU seperti x264), hardware encoder menawarkan efisiensi energi dan performa yang jauh lebih baik. Ini memungkinkan pemain untuk merekam gameplay pada resolusi tinggi dan frame rate tinggi, seperti 1440p 120fps, tanpa merasakan stuttering atau penurunan performa signifikan.
Pada tahun 2026, generasi terbaru GPU dari NVIDIA (misalnya seri RTX 5000) dan AMD (misalnya seri Radeon RX 9000) telah menyertakan teknologi NVENC dan AMF yang lebih canggih. Encoder ini mendukung codec generasi baru seperti AV1, yang menawarkan kompresi superior dibandingkan H.264 atau H.265. Memanfaatkan teknologi ini secara maksimal adalah cara paling efektif untuk menghasilkan rekaman gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil.
Pemilihan Resolusi dan Frame Rate yang Tepat di 2026
Memilih resolusi dan frame rate yang tepat adalah langkah fundamental dalam menyeimbangkan kualitas visual dan ukuran file rekaman. Resolusi yang lebih tinggi dan frame rate yang lebih cepat akan menghasilkan video yang lebih detail dan mulus, namun juga secara proporsional meningkatkan ukuran file. Gamer perlu bijak dalam menentukan kombinasi terbaik sesuai tujuan rekaman dan spesifikasi PC.
Berikut adalah pertimbangan penting dalam memilih resolusi dan frame rate:
- Tentukan resolusi native monitor PC sebagai acuan utama.
- Pilih resolusi output rekaman yang sesuai dengan target platform (misalnya, YouTube, Twitch). Umumnya 1080p (1920×1080) atau 1440p (2560×1440) adalah pilihan populer.
- Pertimbangkan frame rate yang diinginkan, apakah 30 FPS untuk gameplay yang tidak terlalu cepat, 60 FPS untuk gameplay standar, atau 120 FPS untuk game kompetitif dengan gerakan cepat.
- Gunakan scaling filter yang berkualitas tinggi seperti Lanczos atau Bicubic jika melakukan downscaling resolusi output.
Meskipun merekam pada resolusi 4K (3840×2160) menawarkan detail yang luar biasa, ini akan secara signifikan meningkatkan ukuran file dan kebutuhan komputasi. Untuk banyak kasus, merekam pada 1440p 60 FPS sudah lebih dari cukup untuk menghasilkan rekaman gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil yang memuaskan. Jika PC tidak terlalu kuat, menurunkan resolusi ke 1080p atau bahkan 720p pada 60 FPS masih dapat memberikan pengalaman visual yang baik dengan ukuran file yang lebih terkontrol.
Penting untuk mencatat bahwa merekam dengan frame rate yang sama dengan frame rate game yang dimainkan akan memberikan hasil yang paling mulus. Namun, jika game berjalan pada 120 FPS tetapi hanya merekam pada 60 FPS, hasil rekaman masih akan terlihat bagus. Eksperimen adalah kunci untuk menemukan sweet spot yang pas antara kualitas visual, ukuran file, dan performa PC.
Strategi Bitrate Adaptif untuk Kualitas Tinggi Ukuran Kecil
Bitrate adalah jumlah data per detik yang digunakan untuk mengkodekan video, diukur dalam kilobit per detik (Kbps) atau megabit per detik (Mbps). Bitrate secara langsung mempengaruhi kualitas video dan ukuran file. Strategi bitrate adaptif memungkinkan gamer untuk merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil dengan lebih efisien, menyesuaikan bitrate dengan kompleksitas adegan.
Berikut adalah strategi pengaturan bitrate yang bisa diterapkan:
- CBR (Constant Bitrate): Menjaga bitrate tetap konstan sepanjang rekaman. Baik untuk streaming, tetapi kurang efisien untuk rekaman karena membuang bitrate di adegan statis dan mungkin kurang di adegan kompleks.
- VBR (Variable Bitrate): Bitrate akan bervariasi sesuai dengan kompleksitas adegan. Lebih efisien dari CBR karena mengalokasikan bitrate lebih banyak pada adegan cepat dan lebih sedikit pada adegan lambat.
- CQP/CRF (Constant Quantization Parameter/Constant Rate Factor): Ini adalah metode yang paling direkomendasikan untuk rekaman lokal. CQP/CRF menjaga kualitas visual tetap konstan, membiarkan bitrate bervariasi. Nilai yang lebih rendah menghasilkan kualitas lebih tinggi dan ukuran file lebih besar.
- Dynamic Bitrate (di beberapa software): Beberapa software di 2026 mungkin menawarkan fitur bitrate dinamis yang secara otomatis menyesuaikan bitrate secara real-time berdasarkan beban sistem atau kompleksitas konten.
Untuk rekaman gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil, CQP atau CRF adalah pilihan terbaik. Dengan CQP (untuk hardware encoder seperti NVENC/AMF), nilai antara 18-23 seringkali merupakan titik ideal. Ini menghasilkan kualitas visual yang mendekati lossless dengan ukuran file yang jauh lebih kecil daripada menggunakan bitrate sangat tinggi pada VBR atau CBR. Untuk CRF (software encoder x264), nilai serupa juga berlaku.
Penting untuk melakukan tes rekaman dengan berbagai nilai CQP/CRF. Mulai dengan nilai 23, periksa kualitas dan ukuran file. Jika kualitas dirasa kurang, turunkan nilainya sedikit demi sedikit (misalnya ke 21 atau 19). Perlu diingat bahwa setiap penurunan nilai CQP/CRF akan meningkatkan ukuran file secara signifikan, jadi temukan keseimbangan yang paling sesuai.
Perbandingan Codec Video Terbaru untuk Rekaman Gaming 2026
Pemilihan codec video adalah salah satu keputusan paling krusial dalam upaya merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil. Di tahun 2026, beberapa codec telah menjadi standar industri, masing-masing dengan keunggulan dan kekurangannya. Memahami karakteristik setiap codec membantu gamer membuat pilihan yang tepat.
Berikut adalah perbandingan beberapa codec video utama yang relevan di tahun 2026:
| Codec | Keunggulan | Kekurangan | Kebutuhan Hardware | Efisiensi Kompresi 2026 |
|---|---|---|---|---|
| H.264 (AVC) | Kompatibilitas luas, didukung oleh hampir semua perangkat dan platform. | Kurang efisien dibandingkan codec baru, ukuran file lebih besar untuk kualitas sama. | Rendah hingga Sedang | Sedang |
| H.265 (HEVC) | Efisiensi kompresi 25-50% lebih baik dari H.264, kualitas tinggi pada bitrate rendah. | Kompatibilitas masih terbatas pada beberapa platform dan perangkat lama. | Sedang hingga Tinggi | Tinggi |
| AV1 | Efisiensi kompresi 30-40% lebih baik dari H.265, kualitas visual superior. | Membutuhkan hardware encoder/decoder terbaru, proses encoding sangat intensif. | Tinggi (GPU terbaru) | Sangat Tinggi |
H.264 masih menjadi pilihan yang aman karena kompatibilitasnya yang universal, meskipun kurang efisien. Untuk merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil, H.265 (HEVC) adalah lompatan besar dari H.264, menawarkan kualitas visual yang sama dengan ukuran file yang jauh lebih kecil. Sebagian besar GPU modern di tahun 2026 sudah memiliki dukungan hardware untuk encoding H.265.
AV1 adalah masa depan kompresi video. Codec ini menawarkan efisiensi yang luar biasa, memungkinkan kualitas yang lebih baik pada bitrate yang sangat rendah, atau ukuran file yang jauh lebih kecil pada kualitas yang sama. Namun, encoding AV1 sangat membutuhkan hardware encoder khusus yang hanya ada di GPU generasi terbaru (misalnya RTX 4000 series ke atas atau Radeon RX 7000 series ke atas). Jika PC memiliki GPU yang mendukung AV1 encoding, memanfaatkan codec ini adalah cara terbaik untuk merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil.
Tips Tambahan untuk Mengurangi Ukuran File Pasca-Rekam
Meskipun pengaturan perekaman sudah optimal, terkadang file hasil rekaman masih terlalu besar atau memerlukan penyesuaian. Ada beberapa langkah pasca-rekaman yang dapat dilakukan untuk lebih lanjut mengurangi ukuran file tanpa mengorbankan kualitas secara signifikan. Proses ini melibatkan pengeditan dan re-encoding video.
Berikut adalah beberapa tips tambahan yang bisa diterapkan:
- Gunakan software video editing seperti DaVinci Resolve (gratis) atau Adobe Premiere Pro untuk memotong bagian yang tidak perlu dari rekaman.
- Lakukan re-encoding video menggunakan software seperti HandBrake.
- Potong (crop) bagian pinggir video yang tidak relevan jika ada black bars atau UI yang mengganggu.
- Pangkas (trim) durasi video hanya pada bagian-bagian esensial.
- Kompres audio dalam video ke bitrate yang lebih rendah jika kualitas audio tidak terlalu krusial (misalnya, 128 Kbps AAC).
Memotong dan memangkas video adalah cara paling sederhana untuk mengurangi ukuran file karena secara fisik mengurangi durasi video. Setiap detik yang terbuang berarti data yang tidak perlu disimpan. Software editing modern juga memungkinkan export video dengan pengaturan codec dan bitrate yang lebih optimal daripada pengaturan default saat merekam.
HandBrake adalah alat yang sangat berguna untuk re-encoding. Gamer dapat mengimpor file rekaman berukuran besar dan mengekspornya kembali dengan pengaturan codec (H.265 atau AV1), bitrate, dan resolusi yang lebih efisien. Penting untuk memilih preset yang tepat dan mengatur kualitas (RF/CRF) agar tidak terjadi penurunan kualitas yang kentara. Proses ini mungkin memakan waktu, tetapi hasilnya adalah file yang jauh lebih kecil.
Membangun PC Gaming Ideal untuk Rekam Gameplay di 2026
Merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil membutuhkan lebih dari sekadar software yang tepat; perangkat keras yang memadai adalah fondasinya. PC gaming yang dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan rekaman akan memastikan pengalaman yang mulus tanpa penurunan performa game. Komponen-komponen utama perlu diperhatikan dengan cermat di tahun 2026.
- Processor (CPU): Minimal Intel Core i7 atau AMD Ryzen 7 generasi terbaru (misalnya Intel Core Ultra atau Ryzen 8000 series) dengan banyak core dan thread untuk menangani game dan encoding secara bersamaan.
- Graphics Card (GPU): NVIDIA GeForce RTX 40-series atau 50-series atau AMD Radeon RX 7000-series atau 8000-series dengan hardware encoder NVENC atau AMF generasi terbaru (mendukung H.265 dan AV1).
- Random Access Memory (RAM): Minimal 32GB DDR5 dengan kecepatan tinggi (misalnya 6000MHz ke atas) untuk multitasking yang lancar antara game, perekam, dan aplikasi latar belakang.
- Storage (Penyimpanan): Minimal dua NVMe SSD berkecepatan tinggi. Satu untuk sistem operasi dan game, satu lagi khusus untuk menyimpan file rekaman. NVMe PCIe Gen 5 di 2026 sangat direkomendasikan.
CPU yang kuat akan memastikan game berjalan lancar dan mampu menangani encoding software jika hardware encoder tidak tersedia atau sedang digunakan untuk tugas lain. GPU adalah jantung dari sistem perekaman, dengan hardware encoder-nya yang sangat penting untuk efisiensi. Tanpa GPU yang mendukung encoder modern, merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil akan sangat sulit.
RAM yang besar dan cepat memastikan sistem dapat menyimpan data game dan rekaman secara efisien di memori, mengurangi ketergantungan pada disk. Terakhir, penyimpanan NVMe SSD berkecepatan tinggi adalah mutlak. Merekam video 4K atau 1440p pada frame rate tinggi menghasilkan data yang sangat besar per detik, dan HDD tradisional tidak akan mampu mengimbangi kecepatan tulis yang dibutuhkan, menyebabkan frame drop pada rekaman.
Pemeliharaan Sistem PC untuk Performa Rekaman Optimal
Performa PC yang optimal adalah kunci untuk merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil tanpa masalah. Sistem yang terawat dengan baik akan menjalankan game dan software perekaman dengan lebih efisien. Pemeliharaan rutin dapat mencegah penurunan frame rate, stuttering, dan masalah rekaman lainnya.
Berikut adalah langkah-langkah pemeliharaan sistem PC yang direkomendasikan:
- Selalu perbarui driver kartu grafis ke versi terbaru.
- Tutup semua aplikasi latar belakang yang tidak perlu saat merekam.
- Lakukan defragmentasi disk (untuk HDD) atau jalankan perintah TRIM (untuk SSD) secara berkala.
- Pastikan sistem pendingin PC berfungsi optimal untuk mencegah throttling.
- Bersihkan file sampah dan cache sistem secara rutin.
Driver kartu grafis yang mutakhir seringkali menyertakan pembaruan untuk hardware encoder, meningkatkan performa dan efisiensi. Aplikasi latar belakang yang berjalan dapat memakan sumber daya CPU, GPU, dan RAM yang seharusnya dialokasikan untuk game dan perekaman. Menutupnya akan membebaskan sumber daya berharga.
Pendinginan yang baik sangat penting, terutama saat PC bekerja keras menjalankan game berat dan encoding secara bersamaan. CPU dan GPU yang terlalu panas akan “throttling,” yaitu mengurangi performa untuk mencegah kerusakan, yang berakibat pada penurunan frame rate game dan rekaman yang tidak mulus. Pembersihan file sampah juga akan menjaga ruang penyimpanan tetap lapang dan performa disk tetap optimal.
Merekam gameplay PC kualitas tinggi ukuran kecil di tahun 2026 adalah tujuan yang realistis dengan pemahaman teknologi yang tepat dan konfigurasi yang cermat. Dengan memanfaatkan hardware encoder terbaru, memilih codec yang efisien seperti H.265 atau AV1, serta mengoptimalkan pengaturan software perekam, gamer dapat menghasilkan konten yang memukau tanpa mengkhawatirkan kapasitas penyimpanan. Proses ini adalah kombinasi antara pengetahuan teknis dan eksperimen personal untuk menemukan keseimbangan yang sempurna.
FAQ
Bagaimana cara memastikan rekaman tidak lag?
Pastikan PC memiliki spesifikasi yang memadai, terutama GPU dengan hardware encoder (NVENC/AMF) terbaru. Tutup semua aplikasi latar belakang yang tidak perlu dan gunakan SSD/NVMe berkecepatan tinggi untuk menyimpan rekaman. Optimalisasi pengaturan software perekam juga sangat krusial.
Apakah merekam 4K lebih baik dari 1440p?
Merekam 4K memang menawarkan detail yang lebih tajam, tetapi membutuhkan spesifikasi PC yang jauh lebih tinggi dan menghasilkan ukuran file yang sangat besar. Untuk banyak konten kreator, 1440p pada 60 FPS sudah memberikan kualitas visual yang sangat baik dengan ukuran file yang lebih terkontrol.
Apa itu CQP/CRF dan mengapa direkomendasikan?
CQP (Constant Quantization Parameter) dan CRF (Constant Rate Factor) adalah metode kontrol kualitas yang menjaga kualitas visual tetap konsisten sepanjang rekaman, membiarkan bitrate bervariasi. Ini direkomendasikan karena menghasilkan kualitas yang mendekati lossless dengan ukuran file yang lebih efisien dibandingkan bitrate konstan (CBR).
Bisakah saya menggunakan OBS Studio dengan GPU lama?
Ya, OBS Studio dapat digunakan dengan GPU lama, tetapi mungkin perlu menggunakan encoder x264 (CPU) jika GPU tidak memiliki hardware encoder modern. Ini akan membebani CPU lebih berat dan mungkin memerlukan penyesuaian pengaturan kualitas dan resolusi agar tidak terjadi lag.
Apakah format MKV lebih baik dari MP4 untuk rekaman?
MKV lebih aman karena jika terjadi crash atau PC mati saat merekam, file MKV yang belum selesai masih dapat dibuka dan digunakan. MP4 seringkali akan rusak dan tidak bisa dibuka jika proses perekaman terhenti tiba-tiba. Setelah rekaman selesai, file MKV bisa dengan mudah diremux menjadi MP4.
Berapa bitrate yang ideal untuk 1080p 60 FPS?
Menggunakan CQP/CRF dengan nilai antara 18-23 adalah rekomendasi terbaik untuk 1080p 60 FPS. Jika menggunakan VBR/CBR dan codec H.264, bitrate sekitar 25-40 Mbps seringkali dianggap ideal, tetapi angka ini bisa bervariasi tergantung pada kompleksitas game dan codec yang digunakan.
Bagaimana cara mengurangi ukuran file video setelah direkam?
Gunakan software editing video untuk memotong bagian yang tidak perlu, memangkas durasi, atau re-encode video menggunakan aplikasi seperti HandBrake dengan codec yang lebih efisien (H.265 atau AV1) dan pengaturan kualitas yang dioptimalkan.

