Cara Kerja di Australia, Syarat dan Besar Gaji Per Bulan

A-AA+A++

Fastconnect.id-Bekerja merupakan salah satu keharusan bagi setiap manusia untuk bisa memenuhi kebutuhan masing masing. Seperti yang kalian tahu di Indonesia banyak sekali pengangguran bahkan mereka yang memiliki gelar sarjana pun banyak yang nganggur. Jika di Indonesia dia tidak akan bisa bekerja jika tidak punya uang untuk menyogok masuk perusahaan.

Hal ini dikarenakan sempitnya lapangan pekerjaan sehingga banyak sekali warga Indonesia yang memilih bekerja di luar negeri demi mencukupi kebutuhan keluarga. Banyak sekali negara yang membuka lowongan pekerjaan bagi mereka yang memenuhi syarat.

Salah satu negara yang menerima pekerja imigran yaitu Australia, pasalnya selain memberikan upah yang cukup tinggi, negara tersebut juga menyediakan berbagai macam pekerjaan dan tentunya mudah untuk dilakukan.

Akan tetapi untuk bisa bekerja di Australia itu bukanlah hal yang mudah, harus melalui banyak proses yang cukup panjang dan ribet. Sehingga tidak sembarang orang bisa bekerja di negeri kanguru tersebut.

Bekerja di Australia bukaan sekedar keberanian merantau seperti yang kalian tahu prosesnya cukup panjang mulai dari visa, persyaratan administratif, kemampuan berbahasa Inggris, sampai beradaptasi dengan budaya bekerja mereka.

Jika tidak memiliki persiapan yang matang peluang untuk bekerja di Australia secara legal itu sangat kecil.

Mengapa Banyak WNI yang Ingin Bekerja di Australia

Australia dikenal sebagai negara yang memberikan standar upah minimum tinggi dengan sistem ketenagakerjaan yang tertata rapih. Gaji yang ditawarkan juga tidak main main yaitu sekitar AUD 24 per jam atau sekitar Rp 240.000.

Tentu saja ini sangat berbeda jauh jika dibandingkan dengan bekerja di Indonesia. Selain itu Australia juga menawarkan kualitas hidup yang relatif stabil. Sistem kesehatan yang baik, tingkat keamanan yang tinggi dan juga lingkungan kerja profesional.

Australia juga merupakan negara multikultural yang membuat pekerja asing tidak kesulitan menemukan komunitas internasional maupun diaspora Indonesia. Jarak tempuh juga menjadi salah satu alasan pasalnya Australia dengan Indonesia itu cukup dekat hanya membutuhkan 5 sampai 7 jam penerbangan.

Gambaran Sistem Kerja di Australia

Sistem kerja di Australia sangat menjunjung tinggi profesionalisme, kepatuhan terhadap hukum, dan keseimbangan hidup. Jam kerja standar yaitu sekitar 38 jam per minggu dengan aturan lembur yang jelas.

Pekerja memiliki hak yang dilindungi negara, termasuk upah minimum, cuti sakit, cuti tahunan, dan lingkungan kerja yang aman. Jika ada tindakan diskriminasi maka tidak akan bisa di toleran berdasarkan kewarganegaraan, ras ataupun latar belakang budaya.

Selain itu jika kalian bekerja di Australia bawahan dan juga atasan memiliki hubungan terbuka seperti komunikasi langsung maka akan dihargai.

Cara Kerja di Australia Lulusan SMK

Lulusan SMK memiliki peluang cukup besar untuk bekerja di Australia, terutama pada sektor pekerjaan yang lebih mengutamakan keterampilan praktis dibandingkan gelar akademik. Beberapa bidang yang banyak diisi oleh lulusan SMK antara lain pertanian, peternakan, konstruksi, perhotelan, manufaktur, hingga teknisi lapangan.

Untuk lulusan SMK dari Indonesia, jalur kerja yang paling umum biasanya melalui visa Working Holiday atau visa kerja berbasis sponsor. Pada sektor tertentu, pengalaman kerja dan sertifikat keahlian justru menjadi nilai utama dibandingkan ijazah. Oleh karena itu, lulusan SMK yang memiliki pengalaman kerja, sertifikat kompetensi, dan kemampuan bahasa Inggris dasar memiliki peluang lebih besar.

Pekerjaan yang sering diisi lulusan SMK di Australia antara lain pekerja perkebunan, operator gudang, helper konstruksi, mekanik junior, kitchen hand, cleaner hotel, serta teknisi dasar. Selama memenuhi syarat visa dan kesehatan, lulusan SMK tetap bisa bekerja secara legal di Australia.

Gaji Kerja di Australia Per Bulan

Gaji kerja di Australia tergolong tinggi jika dibandingkan dengan Indonesia karena Australia menerapkan sistem upah minimum nasional. Rata rata upah minimum di Australia berada di kisaran AUD 24 per jam, tergantung sektor dan wilayah kerja.

Jika dihitung secara bulanan, dengan asumsi bekerja penuh waktu sekitar 38 jam per minggu, maka penghasilan kotor per bulan bisa mencapai sekitar AUD 3.600 sampai AUD 4.000. Jika dikonversi ke rupiah, jumlah ini setara dengan puluhan juta rupiah per bulan, tergantung nilai tukar.

Besaran gaji juga dipengaruhi oleh jenis pekerjaan, pengalaman, jam lembur, serta lokasi kerja. Pekerjaan di wilayah regional atau sektor tertentu seperti pertambangan dan konstruksi biasanya menawarkan gaji yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan layanan umum.

Gaji Kerja Petik Buah di Australia

Pekerjaan petik buah di Australia merupakan salah satu pekerjaan paling populer bagi pekerja asing, khususnya pemegang visa Working Holiday. Pekerjaan ini banyak tersedia di sektor pertanian dan perkebunan di wilayah regional Australia.

Sistem gaji petik buah bisa berbeda beda, ada yang dibayar per jam dan ada juga yang dibayar berdasarkan jumlah hasil panen atau sistem borongan. Untuk sistem per jam, upah biasanya mengikuti standar upah minimum yaitu sekitar AUD 24 per jam. Sedangkan untuk sistem borongan, penghasilan tergantung pada kecepatan dan jumlah hasil panen yang dikumpulkan.

Dalam kondisi tertentu, pekerja petik buah bisa memperoleh penghasilan yang cukup besar, terutama saat musim panen ramai dan jam kerja panjang. Namun pekerjaan ini juga membutuhkan stamina fisik yang kuat karena dilakukan di luar ruangan dan bergantung pada kondisi cuaca.

Syarat Bekerja di Australia Untuk WNI

Sebelum melamar pekerjaan kalian harus memastikan bahwa sudah memenuhi persyaratan dasar agar bisa bekerja secara resmi di Australia. Berikut ini syarat syaratnya:

  • Memiliki visa kerja yang sah, visa adalah dokumen utama yang menentukan legalitas seseorang untuk bekerja di Australia. Setiap jenis visa memiliki syarat, durasi, dan batas kerja yang berbeda beda.
  • Kemampuan berbahasa Inggris yang baik, sebagian besar visa kerja mensyaratkan bukti kemampuan bahasa Inggris melalui tes resmi seperti TOEFL, IELTS, atau PTE Academic. Nilai minimum berbeda beda tergantung jenis visa yang diajukan.
  • Surat penawaran kerja di perusahaan Australia, untuk visa kerja berbasis sponsor pelamar wajib memiliki job offer yang mencantumkan posisi, durasi kontak kerja dan posisi.
  • Memenuhi syarat kesehatan, pemeriksaan medis dan dokumen kepolisian menjadi bagian penting dari proses pembuatan visa. Australia menetapkan standar ketat untuk memastikan pekerja asing dalam kondisi sehat dan tidak memiliki catatan kriminal.
  • Dokumen identitas lengkap, paspor yang masih berlaku, sertifikat keahlian, dokumen pendidikan dan bukti pengalaman bekerja yang akurat.

Jenis Visa yang Digunakan WNI Untuk Bekerja di Australia

Australia menyediakan berbagai jenis visa kerja mulai dari sementara sampai permanen, pemilihan visa sangat menentukan jenis pekerjaan dan lama tidaknya tinggal disana.

1. Visa Temporary Skill Shortage Subclass 482

Visa ini memungkinkan perusahaan Australia merekrut pekerja asing untuk posisi yang masuk dalam daftar kebutuhan keterampilan. Visa ini termasuk dalam jalur jangka pendek, dan menengah dengan peluang menuju permanen bagi kategori tertentu.

2. Visa Working Holiday

Visa ini populer dikalangan anak muda Indonesia, pemegang visa dapat bekerja sambil berlibur dengan durasi terbatas. visa ini cocok untuk pekerjaan seperti perkebunan, ritel dan lain sebagainya.

3. Visa Graduate Temporary Subclass 485

Visa ini diperuntukan bagi lulusan perguruan tinggi di Australia yang ingin bekerja setelah menyelesaikan studi. Visa ini sering menjadi loncatan menuju karier jangka panjang di negeri kanguru.

4. Visa Skilled Regional Subclass 887

Ini merupakan jalur permanen bagi pekerja yang telah tinggal dan bekerja di wilayah regional Australia dalam jangka waktu tertentu.

5. Visa Business dan Investor

Visa ini dikhususkan untuk pengusaha atau investor yang ingin mengembangkan bisnis di Australia dengan nilai investasi tertentu.

Cara Mencari Pekerjaan di Australia Secara Online

Langkah pertama untuk bekerja di Australia adalah menemukan lowongan yang sesuai dengan kemampuan dan status visa yang dimiliki saat ini kebanyakan pencari kerja di Australia dilakukan secara online dengan cara berikut ini:

  • Melalui situs pencari kerja seperti SEEK, Indeed dan LinkedIn. Situs tersebut menjadi kanal utama yang digunakan oleh perusahaan Australia. Pelamar disarankan untuk membuat profil profesional yang lengkap dan menyesuaikan kata kunci pada CV agar mudah terbaca oleh sistem rekrutmen.
  • Bergabung dengan komunitas profesional, forum pekerja migran, serta grup diaspora Indonesia agar bisa membuka akses lebih luas.
  • Agen perekrutan juga menjadi jalur yang cukup efektif. Banyak perusahaan di Australia mempercayakan proses seleksi karyawan kepada recruitment agency. Dengan mendaftar di agen tersebut, pelamar dapat dibantu mencocokkan profil mereka dengan kebutuhan perusahaan.

Cara Melamar Kerja di Australia

Proses melamar kerja di Australia memiliki standar tersendiri yang perlu dipahami agar lamaran tidak langsung diabaikan.

  • CV yang digunakan di Australia umumnya ringkas dan fokus pada pencapaian, panjang CV ideal kira kira satu sampai dua halaman. Informasi pribadi seperti agama, foto status pernikahan tidak perlu dicantumkan.
  • Cover letter memiliki peran penting sebagai pengantar profesional. Surat ini digunakan untuk menjelaskan mengapa pelamar cocok dengan posisi yang ditawarkan dan bagaimana mereka dapat memberi kontribusi bagi perusahaan. Bahasa yang digunakan harus jelas, langsung dan profesional.
  • Pada tahap wawancara bisa dilakukan secara daring maupun langsung. Pewawancara Australia menilai kemampuan komunikasi, kejujuran serta pemahaman terhadap posisi pekerjaan yang ia lamar. Harus dipersiapkan secara matang agar tidak menghambat proses.

Dengan strategi pencarian kerja yang tepat juga dokumen yang lengkap serta kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja Australia bisa membuka peluang kesuksesan besar di negeri kanguru.